30 March 2010

Penanganan Danau Aneuk Laot

Penanganan Danau Aneuk Laot harus dilakukan secara menyeluruh dan tepat. Pasalnya, kondisi danau seluas 37,5 Hektar itu secara Limnologi (Ilmu Kedanauan) sudah masuk kategori danau tua ( eutrofik), sehingga membutuh penanganan serius, agar tak lekas menjadi danau renta atau sekarat (distrofik).

Hal itu dikemukakan Peneliti Masalah Lingkungan Universitas Sumatera Utara, HMM Wirtjef IV (Yance) kepada kpw Minggu (28/3). Dikatakannya, penurunan debit air danau sudah terpantau sejak tahun 1985 dan berlanjut hingga tahun 2005.

Penanganannya kata dia harus dimulai dari pembuatan tanggul atau beronjong di sekitar danau dengan dilapisi serat anti intrusi, supaya danau tidak dimasuki sedimentasi dari sekitaranya. Setelah itu baru bisa dilakukan pengerukan dan pembersihan dasar danau sedalam 20 Meter, untuk mengangkat sedimentasi. JIka itu sudah dilalui kawasan sekitar danau perlu ditata ulang dengan merelokasi PLTD, perbengkelan dan rumah penduduk. Tahap akhir yang perlu dilakukan adalah menghijaukan kembali daerah di sekitar danau.

Mantan Staf Ahli Walikota Sabang era Sofyan Haroen ini menyebutkan neraca air danau Aneuk Laot berdasarkan data penelitian tahun 2002 disebutkan, tingkat penguapan sebesar 1.210 mm atau 3,75 Juta Meter Kubik. Pemasukan air sebanyak 2,99 Juta Meter Kubik sedangkan rembesan (over flow) 1, 79 Meter Kubik dan Air yang keluar dari patahan menuju laut sebesar 1,2 Juta Meter Kubik per hari. Kondisi hari ini, kata dia menunjukkan jumlah air yang keluar lebih besar dari jumlah air yang masuk. Salah satu penyebabnya adalah penyedotan air secara langsung dari permukaan danau.

“Ini jenis danau vulkanik di pulau vulkanik. Jadi mirip teko air, kalau airnya terus disedot, maka airnya tidak bertambah tetapi akan berkurang,”paparnya.(kpw)

20 February 2010

Pengcab Porlasi Sabang Dilantik


Pengcab Porlasi Sabang Dilantik

SABANG - Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olah Raga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Aceh, Irmawan Sabtu (30/1) sekira pukul 17.00 melantik jajaran Pengurus Cabang Porlasi Kota Sabang, yang berlangsung di Pantai Paradiso, Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya.

Prosesi pelantikan itu dihadiri Sekretaris KONI Aceh Nuzuli, Sekum Porlasi Aceh Gunawan Adnan, Ketua KONI Sabang Islamuddin, Ketua DPRK Abdu Manan, Dandim 0112/Sabang Joko Sudiono, serta mantan Pengurus Porlasi Lhokseumawe Irwandar.

Dalam sambutannya, Irmawan menyebutkan secara geografis Sabang memiliki potensi untuk pengembangan olah raga layar. Karenanya, dia berharap even Kejuaraan Nasional Selancar Angin (Wind Surfing) yang akan digelar pada Juni mendatang bisa mengangkat potensi olah raga ini di Aceh, sekaligus mempromosikan wisata Sabang. “Olah raga layar ini akan menjadi faktor pendukung pariwisata Sabang,”tukasnya.

Adapun jajaran pengurus yang dilantik, Letkol Laut (P) Riza Utama (Ketua Umum), Drs Helmi Aly (Sekretaris Umum), Drs Bustamam Ibrahim (Bendahara). Endang Yuhana (Bidang Organisasi), Hijrah Saputra (Bidang Luar Negeri), Kapten Laut Saryanto (Bidang Lomba/Perwasitan), Letda Mahmud Abu (Bidang Pelatihan), Mayor Laut (K) Hisnindarsyah (Bidang Kesehatan), dan Zulfi Purnawati (Bidang Kesekretariatan).

23 December 2009

Persiapan Sail Sabang Dimatangkan

22 December 2009, 11:17

SABANG – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi), KONI Sabang, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang terus mematangkan rencana perhelatan even olahraga perahu layar bertajuk ‘Sail Sabang’ dalam dua tahun mendatang. Hal itu mengemuka dalam presentasi yang disampaikan Iwan Ngantung dan Heroe Suprapto dari PB Porlasi Jakarta Minggu (20/12) malam di aula Pemko Sabang.

Direncanakan pada tahun 2010, Sabang bakal menjadi tuan rumah kejuaran selancar angin yang bertajuk ‘Indonesia Windsurfing Championship (IWC)’ seri II pada Mei 2010 mendatang. IWC bakal mengambil arena di lepas pantai Ujong Asam dan Pantai Kasih. IWC sendiri merupakan even kalender tahunan PB Porlasi. Penetapan Sabang sebagai salah satu mandatory (wajib) even bakal menguntungkan bagi daerah ini, sebab seluruh peserta akan ikut ambil bagian dalam even tersebut. “Even mandatory ini akan mempengaruhi raihan peringkat secara nasional, pasti banyak peserta yang ikut,” papar Iwan.

Pada kesempatan itu, Iwan juga menjelaskan kalau even Sabang Regatta dijadwalkan digelar pada 2011 nanti. Tenggat waktunya, kata Iwan, akan disesuaikan dengan jadwal kegiatan serupa di Langkawi, Malaysia dan Phuket, Thailand. Regatta adalah ajang boat race yang diikuti para pemilik kapal layar (yacht), dimana kompetisi sejenis kerap digelar di sejumlah destinasi wisata di dunia.(fs)

http://serambinews.com/news/printit/20315

Sail Phuket-Sabang Digelar 2010

28 November 2009, 10:50

SABANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang tengah
mempersiapkan penyelenggaraan dua even berskala internasional pada
tahun 2010 mendatang. Even tersebut diharapkan mampu mendongkrak arus kunjungan wisatawan dan pengembangan daya tarik wisata di Pulau Weh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang, Drs Helmi Ali mengungkapkan, dua even tersebut yakni Sail Phuket - Sabang, dan International Diving Competition. “Kami sudah sampaikan program ini ke Dirjen Pariwisata di Jakarta, dan sudah disetujui. Nanti mereka yang akan mengundang klub atau perkumpulan Yacht (kapal layar) di Phuket untuk ambil bagian pada kegiatan ini,” paparnya, Rabu (25/11).

Sedangkan even International Diving Competition (IDC), merupakan
kelanjutan dari kejuaraan Open Scuba Diving yang sudah menjadi
kalender even Disbudpar Sabang selama dua tahun terakhir. Even ini
diselenggarakan untuk menarik minat pecinta olah raga selam di Asia dan Eropa, dan menjadikan taman laut Pulau Rubiah dan sejumlah obyek panorama bawah laut di sekitar Pulau Weh, sebagai lokasi yang memiliki nilai jual pariwisata.(fs)

http://serambinews.com/news/view/18730/sail-phuket-sabang-digelar-2010

09 December 2009

WN Belanda Telusuri Sejarah Masa Kecil di Sabang



SABANG – Pasangan suami Theo Schrisver (64) dan Lenie Swier (62) dua turis Belanda Rabu (21/10) kemarin berjalan kaki di seputar Achter Weg atau sekarang lebih dikenal dengan Jalan Untung Surapati.

Theo dan Isterinya sempat melongok ke gereja dan rumah nomor 63 yang pernah ditempati Lenie bersama orang tuanya semasa masih kecil.Mereka juga sempat memandang Europe House (kini Sabang Guesthouse) salah satu rumah yang pernah ditempati Lenie semasa kecil.

Theo yang ditanyai KPW Rabu (21/10) mengatakan ia dan isterinya sedang berjalan menyusuri jalan tersebut untuk melihat kembali sejumlah bangunan-bangunan historis di masa pendudukan Belanda di Sabang.

“Isteri saya sewaktu kecilnya dulu pernah menetap di Europe House yang terletak di ujung Achter Weg (Jl Untung Surapati),”tukasnya dalam bahasa Inggris seraya menunjuk posisi Europe House dalam peta yang diterbitkan pemerintah kerajaan Inggris pada tahun 1940-an. Theo sendiri asli warga Belanda, ia ke Sabang menemani napak tilas sang isteri.

Lenie membenarkan dirinya pernah mengecap bagaimana hidup di Sabang antara tahun 1946 – 1948. Dikisahkannya, sebagai anak tentara Belanda. Ia dan keluarganya menetap berpindah-pindah sesusia perjalanan tugas ayahnya Mr Swier. “Saya lahir di Magelang. Saya sempat di Sabang tiga tahun dan sekolah. Setelah itu orang tua saya kembali ke Belanda,”ujar Lenie dalam bahasa Indonesia yang fasih disela-sela percakapan dengan Serambi dan Direktur Sabang Heritage Society Albina Arrahman.

Permainan yang paling dikenal Lenie adalah Patok Lele, ia mengaku gemar bermain permainan yang menggunakan dua bilah kayu semasa kecilnya. Dia juga mengaku senang bermain di Van Heutz Weg (Jalan Diponegoro), di sini selain pohonnya rindang pemandangan ke teluk juga cukup indah. Hanya saja Lenie menilai sudah banyak yang berubah di Sabang.


Lenie sebenarnya bukan satu-satunya warga Belanda yang kembali ke Sabang menelusuri jejak kehidupan mereka. Sebut saja Mia Coning van Der Veen yang mengabadikan keindahan masa kecilnya di Sabang dalam bukunya Dromen Over Sabang. Buku yang ditulis dalam bahasa Belanda itu menukil sejarah kehidupan warga Borjuis Belanda di era Colen Station pada tahun 1890-an di era perdagangan bebas pertama (vrijhaven).dan buku Mia adalah satu-satunya literature tentang sejarah Sabang yang pernah ditulis oleh warga Belanda yang hidup di Sabang.(kpw).

Dimungkinkan Suplai Listrik Kabel Bawah Laut Ke Sabang



SABANG - Peningkatan suplai daya listrik ke Sabang dimungkin dengan pemasangan konek kabel bawah laut dari Banda Aceh. Dengan begitu suplai daya listrik dari Sumatera juga dapat didistribusikan ke Sabang guna mendukung sektor pariwisata dan investasi di daerah ini. Mengenai peluang dimungkinkannya koneksi listrik bawah laut dikemukakan kodikemukakan General Mantager PLN Sumut DR Ir Manerep Pasaribu MM sesuai membuka Pelatihan Outbond II Karyawan PLN Sumut di Aula Pemko Sabang Senin (07/12) kemarin.

“Kalau ada kabel laut itu amanlah listrik ke Sabang. Karena saat ini jumlah arus listrik dari Sumut ke Aceh mencapai 160 megawatt,”pungkas Manerep.

Namun Manerep enggan menjelaskan lebih detil perihal nilai investasi dan siapa saja yang berkompeten membangun koneksi tersebut. Pada kesempatan itu Manerep juga menjelaskan jumlah daya listrik yang dialirkan dari Sumut ke Aceh mencapai 160 Megawatt.

“Kita selalu membuat perimbangan dalam penyaluran listrik ke Aceh. Sejauh ini distribusinya aman. Kalau distribusi di Medan aman, amanlah distribusinya di Aceh,”tukas pria berkacamata ini. Kemungkinan penambahan daya listrik yang bakal dipasok ke Aceh baru bisa direncanakan pada tahun depan dengan perhitungan adanya tambahan energi listrik dari sejumlah pembangkit yang ada di Sumut diantaranya dari PLTA Asahan dan PLTU Langkat. Di Indonesia pasokan listrik melalui kabel bawah laut diantaranya terdapat pada jaringan koneksi Pulau Jawa dan Bali. (kpw)

07 September 2009

Pariwisata Sabang Perlu Diferensiasi dan Daya Saing


Guru Besar Pariwisata Universitas Toulouse Perancis Profesor Francois Vellas (kiri) berbincang dengan Kepala Dinas Pariwisata Sabang (kanan) ketika tampil pada seminar internasional Pengembangan Ekowisata Bahari Berkelanjutan di Aula Bappeda Kota Sabang 4 Agustus 2009.

Vellas menganjurkan untuk dapat menggaet pasar turis Eropa, pariwisata Sabang harus memiliki diferensiasi dalam menjual obyek wisatanya. Obyek wisata yang dikembangkan punya nilai pembeda dari daerah lain, sehingga memiliki daya saing. Ia juga menilai perlunya peningkatan akses transportasi ke Sabang. dari segi kenyamanan, diakuinya Sabang cukup nyaman bagi turis. Dan itu merupakan satu hal paling urgen bagi turis.(kpw)

05 April 2009

Indonesia di Peringkat 81 Pariwisata Dunia

JAKARTA, KAMIS - Industri pariwisata Indonesia menurut catatan terbaru yang dikeluarkan The Travel and Tourism Competitiveness Report 2009, berada di urutan 81 dunia, sedangkan Singapura, sesama negara anggota ASEAN, berhasil masuk dalam sepuluh besar (top ten) dunia.
Demikian hasil riset kelompok "think tank" World Economic Forum yang berbasis di Swiss, Rabu (3/3). Data yang dikumpulkan The Travel and Tourism Competitiveness Report berdasarkan data-data yang dipublikasikan dan berbagai masukan dari para pemimpin bisnis internasional.
Untuk negara-negara ASEAN, Singapura menempati urutan pertama, berturut-turut diikuti Malaysia (menempati posisi ke-32 dunia), Thailand (rangking 39), Brunei Darussalam (69),Indonesia (81), Filipina (86), Vietnam (89), dan Kamboja di peringkat 108.
Peringkat Top Ten berturut-turut diperoleh Swiss, Austria, Jerman, Perancis, Kanada, Spanyol, Swedia, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. Singapura merupakan satu-saatnya negara di Asia yang berhasil masuk sepuluh besar, mengalahkan Hong Kong yang berada di peringkat 12, dan Jepang di urutan 25. Sedangkan Korea Selatan berada di posisi 31, Taiwan (41), China (47), dan India peringkat 62.
Tahun 2009 mengambil tema ’Managing in a Time of Turbulance" yang merupakan refleksi terhadap kesulitan yang dihadapi industri pariwisata di dunia, menyusul krisis ekonomi yang sedang menaungi dunia.
"Kajian ini bertujuan memperlihatan faktor-faktor yang membuat industri pariwisata tetap aktraktif dari setiap negara," kata Jenifer Blanke, ekonom senior dari World Economic Forum’s Global Competitiveness Network.
Menurut Blanke, negara-negara yang masuk dalam Top Ten telah menunjukkan pentingnya regulasi dan dukungan kegiatan bisnis yang bisa mendukung bertumbuhnya industri turisme menjadi berkelas dunia. 
Fokus penilaian didasarkan pada kualitas sumber daya manusia dalam memahami turisme, keramahan, fasilitas transportasi, tempat-tempat tujuan wisata yang menarik dan menjadi warisan budaya dunia, serta kebijakan dari pemerintahnya dalam mendukung dunia turisme.
Swiss, Austria dan Jerman merupakan tiga negara utama yang terkenal dengan lingkungannya yang sangat atraktif bagi pengembangan dunia pariwisata.
"Meskipun banyak ketidakpastian sampai berapa lama krisis ekonomi ini akan berlanjut dan seberapa dalam dampak yang dihasilkannya, namun sejarah menunjukkan dunia turisme (tetap) mampu mendatangkan keuntungan," kata Ufi Ibrahim, Chief Operating Officer dari The World Travel & Tourism Council (WTTC). (ant)


Sumberhttp://travel.kompas.com/read/xml/2009/03/05/1145478/indonesia.di.peringkat.81.pariwisata.dunia