14 December 2008

Pembangunan Sabang Jangan Disorientasi


Menyimak pembicaraan Anggota DPR RI Permadi SH saat berkunjung ke Sabang bersama TIm Pemantau Pelaksanaan UUPA ke Sabang, (12/12/08) cukup menarik dan meledak-ledak. Bahkan Permadi meminta pembangunan Sabang tidak disorientasi.

Dua hal yang ditekankannya, pertama Sabang harus mengembangkan potensi usaha kelautan dan pariwisatanya. Sebab, jika hanya bertumpu pada pembangunan pelabuhan Sabang bisa mengalami disorientasi dan tidak akan pernah maju.

Kedua, Permadi juga menilai pembangunan Sabang sesuai dengan Undang-Undang sebagai suatu hal yang tidak mungkin. Karena Presiden SBY, kata Permadi pasti ditekan Singapura agar tidak memberi izin agar Sabang dan Batam menjadi kawasan pelabuhan yang maju. "Sabang jangan berharap seperti Singapura. Itu tidak mungkin,"kata politisi dari PDIP ini.

09 December 2008

La Tahzan : Sabang Bisa!




"Siapa bilang Sabang tak bisa...! Lama...Lama...Lama....Lama...Sabang Misti Bisa...!" (Ang Eng Loo, Importir Mobil Eks Singapura)

Bait syair Mr Ang ini kedengaran cukup mengena di telinga saya. Makanya, sewaktu mendengar ia menyayikan bait itu, saya minta diulang biar bias mencatatkan ke buku notes. Kata Lama sebanyak empat kali, kata Mr Ang berarti butuh waktu Lama bagi Sabang untuk mencapai kondisi idealnya sebagai daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. 

Kata Lama memang tak selalu enak didengar. Apalagi ditengah kelambanan ekonomi warga Sabang yang berlangsung hampir dua dekade terakhir.  Rendahnya sumber daya manusia dan kreatifitas dan belum adanya inisiatif positif dari kalangan swasta membuat daerah ini tidak menunjukkan kemajuan perekonomian yang berarti dari tahun ke tahun. 

Sementara anggaran Pemerintah Kota Sabang setiap tahunnya hampir 60 persen diperuntukkan untuk membayar gaji para pegawai. Selebihnya digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan infrastruktur yang ada. 

Apakah itu pertanda Sabang sudah benar-benar habis masa keemasannya? Sejarah memang tidak mungkin terulang. Kejayaan masa lalu hanya tertinggal dalam catatan sejarah. Warga Sabang harus melihat ke depan dengan sikap, pikiran dan tindakan yang positif. Mereka harus mengerahkan seluruh sumber daya dan kreatifitas yang dimilikinya untuk membangun Pulau Weh.

Di Bandingkan dengan Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe dan Kota Langsa, Kota Sabang sungguh tidak ada apapanya. Kota ini meski menyandang predikat sebagai daerah wisata, tetapi fasilitas dan sarana penunjang pariwisata masih minim. Tidak ada Hotel Bintang Lima, Tidak Ada Sarana Wisata terintegrasi, dan banyak problem yang membelitnya.

La Tahzan warga Pulau Weh! Teruslah bekerja semampu kita. Berkaryalah yang terbaik untuk kita. Mari semaikan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, keadilan dan saling menghormati sehingga memudahkan bagi kita untuk saling membahu membangun pulau tercinta. Siapakah yang lebih peduli pada negerinya selain warganya? Yakinlah, sekalipun harus menunggu lama, Sabang bisa!

08 December 2008

16 November 2008

Persinggahan Yacht

Yacht Beachcomber2 asal Australia saat melakukan security clearace di Pelabuhan Teluk Sabang. Plt kepala Adpel Sabang Eko Pangudi menyebutkan Sabang merupakan salah satu kawasan wajib security clearance bagai Yach internasional. Sebagai salah kawasan wajib security clearance, sebenarnya daerah  bisa menjadi salah satu tujuan persinggahan Yacht-Yacht yang melintas antara benua Australia ke Malaysia.

Rute yang lazim mereka lalui adalah Australia-NTT-Lombok-Bali-Teluk Bayur-Sabang-Langkawi-Phuket. Antara Agustus - Oktober 2008, tercatat sekitar 6 - 7 Yacht melakukan security clearance di Sabang.

01 November 2008

Seiichi Okawa

Wartawan Metro TV Biro Tokyo, Seiichi Okawa saat mengidentifikasi nisan wanita asal Jepang di pekuburan Merbabu, Kota Atas. Seiichi yang juga pegiat kebudayaan kerap berkunjung ke Sabang. Peninggalan sejarah kolonial Jepang dan eksotisme alam Pulau Weh kerap membawanya kembali ke Sabang. 

Lokasi pekuburan itu sempat dibersihkannya dengan tongkat. Beberapa tahun terakhir ia terpaksa menggunakan tongkat, setelah kakinya patah dalam sebuah insiden tabrakan di Tokyo.


Ketika berada di Sabang sekitar 7 tahun silam, Seiichi juga pernah menjadi seorang anak warga Iboih sebagai anak angkat. ketika ke Sabang pada tahun 2007 lalu, ia sempat bertemu dengan anak angkatnya itu. Ichwani namanya. Ia pernah menjanjikan Ichwani untuk membantu membiayai pendidikan jika saja Ichwani mau melanjutkan kuliahnya ke Jakarta, atau ke Tokyo sekalipun.

Kunjungannya ke Aceh kali ini dalam rangka pemutaran film Sakura, yang mengisahkan tentang warga Aceh yang berayahkan orang Jepang. Seiichi kini terus bekerja mempererat jalinan budaya antara Jepang dan Indonesia. (kpw)

LIZA DAN HIJRAH DUET DUTA WISATA SABANG


Keberhasilan Liza Zulaini dan Hijrah Saputra sebagai juara Duta Wisata Aceh 2008 semakin menguatkan posisi Pulau Weh Sabang sebagai ikon wisata Aceh. Wakil Walikota Sabang, Islamuddin ST mengungkapkan hal itu kepada wartawan saat menyambut Liza dan Hijrah di ruang kerjanya akhir Oktober silam.

Kepala Dinas Pariwisata Sabang Hirwan Jack kepada KPW mengatakan prestasi yang diraih Liza dan Hijrah tahun ini cukup spektakuler, karena mampu menyabet dua kategori sekaligus untuk satu daerah. "Biasanya untuk kategori putra-putri juaranya dari kabupaten berbeda. Tapi kali ini Sabang bisa menggabungkan keduanya,"kata Hirwan. Pada 14 November nanti, keduanya bakal kembali unjuk kebolehan di tingkat nasional sebagai duta wisata Aceh di Bangka Belitung. 

Secara pribadi, baik Liza maupun Hijrah mengaku cukup konsen untuk membangun wisata Sabang. Keduanya juga menyatakan siap mempromosikan Sabang sampai ke mancanegara sekalipun. Hijrah yang alumni Planologi Unibraw Malang saat ini sedang menyiapkan sebuah badan usaha yang bergerak di sektor usaha mendukung pariwisata Sabang. Sedangkan Liza yang PNS Dinas Kimpraswil Sabang juga punya niatan untuk terjun langsung ke dunia pariwisata di Sabang.

Mereka menilai obyek wisata Sabang cukup potensial. Bahkan Hijrah menuntaskan tugas akhir kuliahnya dengan meneliti kawasan wisata Iboih, rekomendasinya kawasan itu membutuhkan penataan yang lebih baik. Dari sisi lain, Liza yang alumnus Arsitektur Lanskap Institut Pertanian Bogor juga melihat perlunya penataan sejumlah lanskap taman dan daerah wisata di Sabang sehingga menjadi lebih attraktif dan menjual. 

Dukungan dan doa kita semua, semoga Liza dan Hijrah bisa tampil sebagai finalis Duta Wisata Indonesia 2008.

Iboih Carnival 2009


Even wisata Iboih Carnival sebagai agenda rutin tahunan bakal kembali digelar pada Januari tahun 2009 mendatang. Even yang dikemas dalam format olah raga pantai, diving dan memancing ini pada tahun lalu mendapat sambutan luas dari kalangan warga lokal maupun turis asing.

Untuk tahun depan, Panitia penyelenggara Iboih Carnival, Yaumil Akbar mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan even terbesar di kawasan wisata Iboih itu untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Dia berharap selain mendapat dukungan sponsor, kegiatan ini juga diharapkan mampu kembali menggerakkan dinamika pasar wisata Iboih. (fn)

Sabang Fair


Salah satu gedung di Sabang Fair. Kawasan ini merupakan salah lokasi wisata keluarga bagi warga Sabang maupun wisatan.